Oleh-oleh Khas Ciwidey - Kalua Jeruk Ciwidey
Kuliner lain yang telah sejak lama menjadi ciri khas Ciwidey adalah kalua jeruk, sejenis manisan yang dibuat dari kulit jeruk bali. Toko-toko yang menjual kalua jeruk bisa ditemukan berderet di Kampung Warung, dekat alun-alun Ciwidey. Masyarakat Ciwidey mulai memopulerkan kalua jeruk sebagai oleh-oleh pada awal tahun 90-an.
Makanan
yang satu ini rasanya manis, kalua berarti gula dari jeruk. Namun uniknya
lagi yang digunakan menjadi bahan dasar
kalua jeruk ini adalah kulit jeruk yang rasanya pahit, disulap menjadi makanan yang begitu legit.
Rupanya,
proses pengolahan dan pembuatan kalua boleh dibilang cukup sederhana.
Bahan
untuk Membuat Manisan Kalua Jeruk :
2 kulit
buah jeruk bali
1 kg
gula pasir dengan 1 liter air
2 sdm
kapur sirih dengan 1 liter air
Pewarna
makanan secukupnya sesuai selera
Cara
Membuat Manisan Kulit Jeruk Bali :
Kupas
kulit luar jeruk hingga tinggal berwarna putih, potong dengan bentuk sesuai
selera lalu cuci hingga bersih. Rendam dengan air larutan kapur sirih hingga
semalaman. Setelah dicuci bersih, warnanya akan berubah agak kekuningan. Rebus
hingga matang dan bertekstur empuk, angkat dan tiriskan.
Rebus
air dan gula hingga mendidih, masukkan sedikit pewarna makanan. Masak hingga
agak mengental, masukkan potongan kulit jeruk sedikit demi sedikit sambil
diaduk rata. Kecilkan api agar tidak gosong pada saat mengaduk.
Letakkan
manisan kulit jeruk di atas tampah atau loyang yang telah dialasi plastik,
biarkan sampai dingin dan kering. Masukkan dalam wadah atau plastik kedap
udara.
Ada
banyak pilihan rasa kalua jeruk dengan warna yang beragam. Selain rasa gula
pasir (putih) dan gula aren, ada pula rasa stroberi (merah), sirsak (hijau)
hingga durian (kuning).
Biasanya
kalua jeruk berwarna-warni dan menarik itu dijajakan dalam etalase atau wadah
berbahan tembus pandang seperti kaca. Bentuk potongannya rupa-rupa bahkan
cenderung sembarang. Untuk memperolehnya cukup mudah, kalua jeruk banyak
dijumpai di toko atau kedai oleh-oleh di bilangan Jalan Raya Ciwidey-Pasir
Jambu.
Kalua
jeruk ditawarkan dengan harga yang relatif bersahabat, sekitar Rp 50.000 per
kilogram. Tak usah kuatir, pembeli dapat mana suka mencampur beragam rasa kalua
dalam setiap timbangannya. Sebagai kudapan manis, kalua nikmat disantap dalam
jamuan minum teh atau bandrek.
1.
Pectin
Kulit
jeruk mengandung pektin dan minyak atsiri yang tinggi sehingga bisa
dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pektin dan minyak kulit jeruk. Pektin
bisa digunakan dalam industri pangan, farmasi, dan kosmetika, sementara minyak
kulit jeruk bemanfaat dalam industri kosmetik dan pangan. Pektin dibuat melalui
proses penghancuran, ekstraksi, pemekatan, pengendapan, dan pengeringan. Minyak
kulit jeruk dibuat melalui proses pelunakan, pengecilan ukuran, pemerasan,
pemisahan minyak, dan penimpanan.
Selain
dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pectin dan minyak atsiri, kulit jeruk
juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, yaitu salah satunya dijadikan
manisan atau biasa disebut Kalua. Untuk proses pembuatan Kalua dari kulit jeruk
ini biasanya menggunakan jenis Jeruk Bali. Karena Kulit Jeruk Bali selain
memiliki tektstur kulit yang tebal juga memiliki kandungan yang sangat
bermanfaat bagi tubuh, sehingga sayang jika limbah Kulit Jeruk Bali ini hanya
dibuang begitu saja.
2.
Likopen
Kandungan
likopen pada jeruk bali cukup tinggi, yaitu 350 mikrogram per 100 gram daging
buah. Jika bersinergi dengan betakaroten (provitamin A) yang banyak terdapat
pada jeruk bali, likopen bisa berperan sebagai antioksidan.
3.
Menurunkan
Resiko Penyakit Jantung
Jeruk
bali mengandung pektin jauh lebih banyak dibandingkan dengan jenis jeruk
lainnya setelah dijus. Satu porsi jus jeruk bali mengandung lebih dari 3,9
persen pektin. Setiap 15 gram pektin dapat menurunkan 10 persen tingkat
kolesterol. Berarti jeruk bali dapat menurunkan risiko penyakit jantung.
4.
Membersihkan
Darah
Jeruk
bali dipercaya mengandung zat aktif yang dapat membersihkan sel darah merah
yang telah tua di dalam tubuh dan menormalkan hematokrit, yaitu persentase sel
darah per volume darah. Tingkat hematokrit normal pada wanita adalah 37-47
persen, sedangkan laki-laki 40-54 persen. Rendahnya hematokrit akan menyebabkan
anemia, tetapi jika sangat tinggi dapat memicu penyakit jantung karena darah
jadi mengental.
JIKA
ANDA BERMINAT, BISA MENGHUBUNGI NOMOR DIBAWAH
0851-0118-0554


Komentar
Posting Komentar